Tuesday, December 2, 2008

PAHLAWAN KESIANGAN

Mungkin bukan aku yang pertama kali mendapatkannya, namun isinya sangat “gue banget” gitu loh. Aku sedang bicara tentang sebuah e-mail yang kudapat dari teman yang dapat juga dari temannya dst dst, yang isinya sebuah tulisan dari seorang pembawa acara terkenal (ndak usah aku sebutin deh ntar malah bayar royalty lagi hehe…) yang mengajak kita untuk berbuat sesuatu yang menurut pandangan orang sangat kecil, remeh, tidak berarti, namun sangat berarti bagi orang lain. Beliau mengajak untuk membuang sampah sendiri apabila kita makan direstoran. Sederhana memang, dan sangat mudah kalau kita mau melakukannya. Hanya membutuhkan waktu mungkin sekitar 2 menit, sedikit tenaga, beres deh. Terkesan kecil, namun sangat membantu pekerjaan orang lain, bukan begitu?.

Sampah memang sebuah masalah, tapi kalau kita semua menjadi produsen sampah setiap hari, apakah seharusnya itu menjadi sebuah masalah? Bukankah masalah itu sesuatu yang insidentil? Datang masalah selesai, timbul lagi masalah baru, selesai lagi, timbul lagi dst, bukan begitu? Dari sejak jaman majapahit (sebut saja begitu) tentu sampah pasti sudah ada. Seharusnya kita sudah mempunyai solusi itu sejak dahulu untuk mengatasi masalah, sehingga tidak berlarut-larut menjadi masalah yang sama terus sepanjang tahun, semua walikota, semua gubernur bahkan semua presiden di negeri ini.

Pemerintah seakan buntu menghadapi masalah ini. Lihat saja kasus pembangunan pabrik pengolahan sampah yang diprotes warga karena takut lingkungannya bau sampah, kotor, tidak sehat. Kita tidak seharusnya menyalahkan warga begitu saja, toh kenyataan memang membuktikan seperti itu. Di TPA Bantar Gebang menjadi contoh yang nyata tentang hal tersebut. Apakah kita menunggu tindakan pemerintah untuk mengatasi sampah ini, sementara sampahnya dari kita juga?.

Yang diperlukan sekarang ini hanyalah satu, Kesadaran, itu saja. Sederhana tapi sulit diterapkan. Aku kira semua orang sebenarnya tidak mau lingkungannya kotor, bau busuk, baik itu dirumahnya, dijalanan, dikantornya, direstoran tempat santap siangnya, dipantai tempat berliburnya dan semua tempat yang biasa dikunjungi. Tapi kenapa semua orang sulit membuang sampah ditempat sampah, sebagaimana selalu dianjurkan?

Semua orang? Jawabannya pasti tidak semua orang punya perilaku seperti itu. Orang-orang ini jumlahnya saat ini mungkin tidak terlalu banyak, namun jumlah yang kecil, tidak berarti ini aku yakin bisa mengubah ‘kesadaran’ kelompok yang lainnya asal tidak ikut terpengaruh perilaku keliru sebagian besar orang yang lain. Aku yakin Anda adalah bagian dari orang-orang yang sadar itu, setidaknya bukan bagian dari orang-orang yang mau lingkungan bersih tapi malah mengotorinya, iya kan?

Ayo, lakukan mulai saat ini, kurangi sampah kita buanglah pada tempatnya, lebih bagus lagi olahlah sendiri sampah itu, Inilah pahlawan yang kita butuhkan saat ini, pahlawan yang sesungguhnya. Jadilah pahlawan itu Saudaraku, bagi dirimu sendiri meskipun udah kesiangan!