Wednesday, February 18, 2015

MEMAKAI BATU AKIK DALAM ISLAM


Pada suatu saat saya melihat sekumpulan teman sedang berkerumun seperti membicarakan masalah yang cukup serius diselingi tawa disana-sini. Sebagai manusia normal saya tertarik mendekati mereka. Oh…ternyata mereka sedang melihat-lihat koleksi batu akik salah satu teman.
Lampu senter kecil berpindah tangan dengan cepat. Sorot sana sorot sini. Atas bawah kanan kiri, semua sisi batu tak terlewat sinar kecilnya.
 
gambar dari gambaranehunik.com/

“Lihat pak!, batu ini kalo dilihat dari atas warnanya ungu, tapi (sambil mengarahkan benda bercahaya itu ke bagian lain) kalo dari bawah jadi merah!” kata salah satu teman. “Waah…cantik ya!” saut yang lain.
Begitulah jika bapak-bapak diskusi batu. Terlihat seru dan ramai. Apalagi diselingi cerita dibalik layar yang semi mistis, makin betah saja mereka duduk di tempat itu.
Tapi bagi Anda yang tidak suka batu. Saya tidak mengajak pembaca untuk membicarakan batu kok. Lagian saya juga tidak memakainya. Bukan tidak suka, tetapi merasa malu saja. Malu jika “memanjakan” diri saja bisa, kok berinfaq malah jarang. Itu saya lho…bukan Anda hehe….
Oke back to laptop!
Sebagai seorang Islam, saya akan menyajikan beberapa kutipan tentang batu akik. Kutipan ini bukan semata tentang batu akik saja, tetapi batu akik dikaitkan dengan kebiasaan Rosululloh SAW. Kenapa saya tertarik mengemukakannya? Karena ada beberapa sumber yang menceritakan hal yang berbeda tentang Cincin Rosul SAW ini. Berikut diantaranya :

Ustadz Ahmad Sarwat Lc : Rumahfiqih.com : Memakai Batu Akik Sebagai Cincin?
Nabi Muhammad SAW memang memiliki cincin, namun fungsinya bukan untuk keajaiban aneh-aneh seperti yang anda kutip itu. Cincin itu berfungsi sebagai stempel resmi negara.

republika.co.id Serba-serbi Batu Cincin dalam Islam Jumat, 21 November 2014, 12:00 WIB
Beberapa riwayat menerangkan, Rasulullah SAW sendiri juga memiliki cincin yang terpasang di jari kelingking Beliau. Seperti riwayat dari Anas bin Malik yang mengatakan, "Cincin Rasulullah SAW terbuat dari perak dan batunya (cincin) merupakan batu Habasyi." (HR Muslim dan Tirmidzi). Hadis ini diderajatkan hasan sahih, namun al-Albani menyahihkannya
Dalam hadis riwayat Muslim dikisahkan, cincin Rasulullah SAW bertuliskan Muhammad Rasul Allah. Model penulisannya menempatkan nama Beliau SAW di bawah dan kalimat Allah berada di atas. Sepeninggal Beliau SAW, cincin itu dipakai oleh Umar bin Khattab yang selanjutnya diwariskan kepada Utsman bin Affan. Suatu ketika, Utsman menjatuhkannya di sebuah sumur dan hilang. Sumur itu pun diberi nama sumur Khatam yang berarti sumur cincin.
nu.or.id : Hukum Memakai Batu Akik
“Dari Anas bin Malik ra ia berkata, bahwa cincin Rasulullah saw itu terbaut dari perak dan mata cincinya itu mata cincin Habasyi”. (H.R. Muslim)
Menurut Imam Nawawi para ulama menyatakan bahwa yang dimaksud dengan, “mata cincinya itu mata cincin Habasyi” adalah batu yang berasal dari Habasyi. Artinya batu mata cincinya itu dari jenis batu merjan atau akik karena dihasilkan dari pertambangan batu di Habsyi dan Yaman. Pendapat lain mengatakan bahwa batu mata cincinya berwarna seperti warna kulit orang Habasyi, yaitu hitam.
Sedangkan dalam Shahih al-Bukhari terdapat riwayat dari Hamin dari Anas bin Malik yang menyatakan mata cincinya itu terbuat dari perak. Dalam pandangan Ibnu ‘Abd al-Barr ini adalah yang paling sahih.
konsultasisyariah.com : Cincin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam 
Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki ciri:
·       Terbuat dari perak
·       Ada mata cincinnya, yang juga terbuat dari perak
·       Logam perak mata cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berasal dari Ethiopia
·       Bagian mata cincin ada ukirannya, bertuliskan: Muhammad Rasulullah
·       Tulisan ukiran di mata cincin itu biasa digunakan untuk stempel surat
Tujuan utama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat cincin adalah untuk dijadikan stempel surat dakwah yang hendak dikirim ke berbagai penjuru dunia.
Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam digunakan para khulafa’ ar-rasyidin setelah beliau sebagai tempel surat.
Demikian sebagai referensi sekilas. Semoga Anda mempunyai gambaran awal tentang hal ini dan tidak terjebak dalam tindakan ikut-ikutan saja.



Thursday, November 27, 2014

SAYA CINTA BABI...


Beberapa waktu yang lalu saya mendengar sebuah cerita tentang babi. Singkat kata dikisahkan seorang Muallaf ditanya apa daging yang paling enak menurutnya. Dan jawabannya adalah, babi. Dia sangat sadar bahwa ketika masuk Islam, maka dia diharamkan makan babi. Tetapi jawaban itulah yang selalu terlontar jika ditanya hal yang sama.

Tuesday, September 30, 2014

TES KEPRIBADIAN



Baru-baru ini kantor mengadakan tes kepribadian secara online. Online dimaksud adalah hanya dalam lingkup internal saja, tidak sampai keluar institusi.

“Buat apa sih Pak, tes itu?” pertanyaan itu terlontar anggotaku ketika kami membicarakan tes ini. Sekenanya aku jawab “Biar ketahuan siapa yang gila dikantor ini…” hehe…Tentu saja jawaban ini “ngawur” bin sok tahu.

Friday, May 30, 2014

BIARKAN DJP BAGIAN DARI SEJARAH ITU!


Sering kubaca dibeberapa artikel di media online maupun offline yang mengulas masalah perlu tidaknya DJP menjadi lembaga independen langsung dibawah Presiden. Penulisnya dari berbagai macam latar belakang. Dari yang mengaku sebagai pengamat perpajakan, ahli ekonomi, akademisi, praktisi  atau konsultan. Ada yang berasal dari internal DJP sendiri atau dari luar organisasi itu.