Pada suatu saat saya melihat sekumpulan teman sedang berkerumun
seperti membicarakan masalah yang cukup serius diselingi tawa disana-sini.
Sebagai manusia normal saya tertarik mendekati mereka. Oh…ternyata mereka
sedang melihat-lihat koleksi batu akik salah satu teman.
Lampu senter kecil berpindah tangan dengan cepat. Sorot sana sorot
sini. Atas bawah kanan kiri, semua sisi batu tak terlewat sinar kecilnya.
gambar dari gambaranehunik.com/
“Lihat pak!, batu ini kalo dilihat dari atas warnanya ungu, tapi
(sambil mengarahkan benda bercahaya itu ke bagian lain) kalo dari bawah jadi
merah!” kata salah satu teman. “Waah…cantik ya!” saut yang lain.
Begitulah jika bapak-bapak diskusi batu. Terlihat seru dan ramai. Apalagi
diselingi cerita dibalik layar yang semi mistis, makin betah saja mereka duduk
di tempat itu.
Tapi bagi Anda yang tidak suka batu. Saya tidak mengajak pembaca
untuk membicarakan batu kok. Lagian saya juga tidak memakainya. Bukan tidak
suka, tetapi merasa malu saja. Malu jika “memanjakan” diri saja bisa, kok
berinfaq malah jarang. Itu saya lho…bukan Anda hehe….
Oke back to laptop!
Sebagai seorang Islam, saya akan menyajikan beberapa kutipan
tentang batu akik. Kutipan ini bukan semata tentang batu akik saja, tetapi batu
akik dikaitkan dengan kebiasaan Rosululloh SAW. Kenapa saya tertarik
mengemukakannya? Karena ada beberapa sumber yang menceritakan hal yang berbeda
tentang Cincin Rosul SAW ini. Berikut diantaranya :
Ustadz Ahmad Sarwat Lc : Rumahfiqih.com : Memakai
Batu Akik Sebagai Cincin?
Nabi
Muhammad SAW memang memiliki cincin, namun fungsinya bukan untuk keajaiban
aneh-aneh seperti yang anda kutip itu. Cincin itu berfungsi sebagai stempel
resmi negara.
republika.co.id
Serba-serbi
Batu Cincin dalam Islam Jumat, 21 November 2014, 12:00 WIB
Beberapa
riwayat menerangkan, Rasulullah SAW sendiri juga memiliki cincin yang terpasang
di jari kelingking Beliau. Seperti riwayat dari Anas bin Malik yang mengatakan,
"Cincin Rasulullah SAW terbuat dari perak dan batunya (cincin) merupakan
batu Habasyi." (HR Muslim dan Tirmidzi). Hadis ini diderajatkan hasan
sahih, namun al-Albani menyahihkannya
Dalam
hadis riwayat Muslim dikisahkan, cincin Rasulullah SAW bertuliskan Muhammad
Rasul Allah. Model penulisannya menempatkan nama Beliau SAW di bawah dan
kalimat Allah berada di atas. Sepeninggal Beliau SAW, cincin itu dipakai oleh
Umar bin Khattab yang selanjutnya diwariskan kepada Utsman bin Affan. Suatu
ketika, Utsman menjatuhkannya di sebuah sumur dan hilang. Sumur itu pun diberi
nama sumur Khatam yang berarti sumur cincin.
nu.or.id :
Hukum Memakai Batu Akik
“Dari
Anas bin Malik ra ia berkata, bahwa cincin Rasulullah saw itu terbaut dari
perak dan mata cincinya itu mata cincin Habasyi”. (H.R. Muslim)
Menurut Imam Nawawi para ulama menyatakan bahwa yang dimaksud dengan, “mata cincinya itu mata cincin Habasyi” adalah batu yang berasal dari Habasyi. Artinya batu mata cincinya itu dari jenis batu merjan atau akik karena dihasilkan dari pertambangan batu di Habsyi dan Yaman. Pendapat lain mengatakan bahwa batu mata cincinya berwarna seperti warna kulit orang Habasyi, yaitu hitam.
Sedangkan dalam Shahih al-Bukhari terdapat riwayat dari Hamin dari Anas bin Malik yang menyatakan mata cincinya itu terbuat dari perak. Dalam pandangan Ibnu ‘Abd al-Barr ini adalah yang paling sahih.
Menurut Imam Nawawi para ulama menyatakan bahwa yang dimaksud dengan, “mata cincinya itu mata cincin Habasyi” adalah batu yang berasal dari Habasyi. Artinya batu mata cincinya itu dari jenis batu merjan atau akik karena dihasilkan dari pertambangan batu di Habsyi dan Yaman. Pendapat lain mengatakan bahwa batu mata cincinya berwarna seperti warna kulit orang Habasyi, yaitu hitam.
Sedangkan dalam Shahih al-Bukhari terdapat riwayat dari Hamin dari Anas bin Malik yang menyatakan mata cincinya itu terbuat dari perak. Dalam pandangan Ibnu ‘Abd al-Barr ini adalah yang paling sahih.
konsultasisyariah.com
: Cincin Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam
Cincin
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
memiliki ciri:
·
Terbuat dari perak
·
Ada mata cincinnya, yang juga terbuat dari
perak
·
Logam perak mata cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berasal dari Ethiopia
·
Bagian mata cincin ada ukirannya, bertuliskan:
Muhammad Rasulullah
·
Tulisan ukiran di mata cincin itu biasa
digunakan untuk stempel surat
Tujuan
utama Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam membuat cincin adalah untuk dijadikan stempel surat dakwah yang
hendak dikirim ke berbagai penjuru dunia.
Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
digunakan para khulafa’ ar-rasyidin setelah beliau sebagai tempel surat.
Demikian sebagai
referensi sekilas. Semoga Anda mempunyai gambaran awal tentang hal ini dan
tidak terjebak dalam tindakan ikut-ikutan saja.

