Thursday, November 27, 2014

SAYA CINTA BABI...


Beberapa waktu yang lalu saya mendengar sebuah cerita tentang babi. Singkat kata dikisahkan seorang Muallaf ditanya apa daging yang paling enak menurutnya. Dan jawabannya adalah, babi. Dia sangat sadar bahwa ketika masuk Islam, maka dia diharamkan makan babi. Tetapi jawaban itulah yang selalu terlontar jika ditanya hal yang sama.
Lain lagi ketika saya melihat salah satu adegan dalam film berjudul agak aneh,  “?”. Film yang dibintangi Reza Rahardian dan Revalina Sayuthi Temat itu sering pula ditulis berjudul “Tanda Tanya”. Lepas dari kontroversi yang menyertainya, dalam salah satu adegan, Tan Kat Sun (Hengky Solaeman) pemilik sebuah restoran china, berkata Hendra (Rio Dewanto) anaknya. “Kalo memasak ayam, banyakin bumbu biar mantap, tapi kalo masak babi, kasih bumbu secukupnya saja, karena daging babi sudah gurih” begitu kira-kira bahasanya.

Dua cerita di atas saya kira cukup menggambarkan betapa lezatnya masakan daging hewan penyuka lumpur itu. Tetapi betapapun enak dan mantapnya, bagi umat Islam, tetap saja haram bin dosa untuk mengkonsumsinya. Kriteria najis mugholadhoh untuk sekedar menyentuhnya, mengharuskan mencuci dengan air tujuh kali salahsatunya dicampur dengan tanah, agar kembali suci.

Dalam Al Quran Surah Al Maidah ayat 3 Alloh SWT berfirman yang artinya “Diharamkan atas kalian memakan bangkai, darah (yang mengalir), daging babi, dan apa saja yang disembelih atas nama selain Allah”. Dan itulah satu-satunya jawaban yang pantas untuk dilontarkan ketika pertanyaan “kenapa babi diharamkan dimakan”. Memang sudah pasti banyak hikmah yang terkandung didalamya. Sebut saja misalnya bahwa daging babi sulit dicerna, mengandung benih-benih cacing pita sampai kemungkinan penularan sifat-sifat babi kepada yang mengkonsumsinya. Hikmah-hikmah lain bisa disebutkan, dan jumlahnya mungkin sampai puluhan. Tetapi sebagai umat Islam, menurut saya, sangat pantas kita menjawabnya dengan “karena Alloh SWT maunya begitu…”.

Jawaban itu terkesan pasrah. Enggak mau berfikir, atau apalah itu. Tidak memuaskan sebagian orang terrutama yang berpikiran sedikit “liberal”. Tetapi itulah Islam. Sami’na wa atho’na, kami dengar dan kami taat. Suatu saat kita akan bahas masalah sederhana namun agak sulit dimengerti ini. Robbizidni ‘ilma…


Kembali ke topik. Berdasarkan uraian di atas lalu apakah bisa disimpulkan Islam membenci babi? Atau pertanyaannya bisa dilanjutkan, apakah saya, yang Islam ini, harus jijik pada babi?
Tunggu dulu. Babi itu makhluk Alloh, sebagaimana sapi, kerbau, ayam, unta, kambing dan sebagainya. Jadi apakah karena Al-Quran melarang kita memakannya, lalu kita membencinya? 

Kanjeng Nabi Muhammad SAW adalah penyayang binatang. Banyak hadist yang membahas mengenai binatang. Salah satunya ketika Beliau mendapati jubahnya menjadi alas tidur seekor kucing. Saat akan mengambil jubah itu, alih-alih menariknya, Beliau malah memotong jubbah tempat alas tidur binatang berkumis itu, hanya agar tidak membangunkannya.

Rasullulloh SAW juga pernah berkisah tentang seorang pelacur yang diampuni dosanya hanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan. Atau ketika memasuki Kota Makkah setelah menaklukkan tentara Quraisy, salah satu perintah Rasul adalah tidak membunuh satwa apa pun yang ada di kota suci itu.

Masih banyak kisah lainnya yang menunjukkan kecintaan Beliau pada binatang. Sebagai umatnya,menurut saya, sepantasnyalah kita meniru sikap beliau terhadap hewan. Menunjukkan ketaatan kepada perintah Alloh itu harus kita teguhkan dalam diri. Namun jika sampai mual-mual sekedar mendengar kata “babi”, saya kira itu berlebihan. Apalagi mengusir dengan kekerasan (baca : lempar batu)  setiap ketemu dijalan, seperti orang kampung saya ketika melihat anjing, itu juga sangat berlebihan.

Saya Islam. Saya mengharamkan diri saya dan keluarga saya untuk memakannya. Saya menajiskan ketika menyentuhnya, bahkan ketika sudah menjadi bangkai sekalipun. Tetapi saya sayang babi, saya cinta babi, karena  dia juga makhluk Alloh yang pantas menerima akhlak kita, sebagai orang Islam, kepada binatang.

Just my two cent….

Gambar babi dari sini

No comments: