Bagi anda yang belum tahu apa itu millis, mungkin penjelasan saya ini dapat
membantu.
Millis, menurut pengamatan saya, adalah sebuah forum diskusi lewat
perantaraan email, tentu ada wadahnya sebagai pengelolanya. Anda harus
mempunyai email untuk dapat mendaftarkan diri dalam forum tersebut. Selanjutnya
anda dapat secara aktif mengirimkan email berisi pendapat anda tentang apa saja
topik yang sedang dibicarakan atau secara pasif menerima email dari anggota
lainnya. Ya, setiap anggota lain mengirimkan email kepada pengelola, anda
sebagai anggota juga secara otomatis menerima email tersebut. Apabila anggota
aktif millis tersebut banyak, anda pun akan menerima "bom" email
setiap hari bahkan setiap jam.
Trus apa masalahnya sih?
Anda mungkin bertanya demikian. Meskipun saya bukan anggota millis
tertentu, meskipun saya pernah menjadi anggota millis Mitshubisi Kuda,
b2wIndonesia, IbuAnak dll tapi karena akses internet terbatas dan
"bejibun"nya email masuk jadi saya batalkan saja, saya sering
mendapatkan kiriman email dari temen yang men'forward" (mengirimkan
kembali) email yang bersumber dari millis.
The point is... isinya kadang-kadang provokatif dengan melandaskan agama
tertentu (tanpa menuduh) misalnya gak usah
belanja di supermarket "anu" karena dia itu penyumbang terbesar di
negara "x" lo! atau hati-hati
produk "a" karena mengandung "ini dan itu" yang berakibat
buruk bagi anda atausaya sakit "berat" setelah
berobat kemana-mana akhirnya ke dokter "b" yang alamatnya di RS
"Putih" akhirnya sembuh lo! dan atau atau yang lain...
Pernahkah anda berfikir, bener nggak sih isinya, atau hanya sekedar iseng
aja? Coba anda pikirkan, apakah sumber pertama pengirim emai tersebut
bener-benar mengetahui hal sebenarnya atau tidak, atau hanya dilandasi
kebencian buta terhadap orang atau institusi tertentu? pernahkan anda berfikir
kalo anda digiring untuk berpendapat tertentu sesuai keinginan pengirim email
itu?
Pendapat saya adalah boleh saja menerima email itu namun mengirimkan
kembali adalah hal yang cukup riskan, terutama yang anda belum yakin benar atas
informasinya. Bagaimana kalo orang berpendapat salah karena kiriman anda itu?
Jadi teliti dulu supaya anda yakin benar atas informasi itu. Memang memakan
waktu sih, tapi kenapa tidak anda coba untuk lakukan ya?
inget...
Kita tidak tahu kalo yang kelihatan berkokok di layar monitor anda
sebenarnya diseberang sana adalah anjing!
maaf kalo tidak berkenan n silahkan komentar anda...
No comments:
Post a Comment