Tuesday, June 19, 2007

MENGAIS MUTIARA

Sebuah tayangan di televisi tadi pagi sungguh menyentak kalbu
Di sebuah pasar besar besar di Jakarta pagi itu ,terlihat seorang ibu membawa sapu kecil dan serok sampah, sebut saja begitu, karena barang tersebut memang layaknya digunakan mengumpulkan sampah kecil dirumah.
Ibu itu mendekat ke sebuah truk pengangkut yang baru datang membawa beras berkarung-karung.
Satu persatu karung beras diturunkan oleh buruh pengangkut.
Lalu apa yang dilakukan ibu itu?
Dengan berjongkok dia mengais-ngais butiran beras yang berjatuhan, yang telah bercampur dengan tanah, satu demi satu.
Dimasukkannya butir demi butir kedalam ember kusam yang juga dia bawa.
Lalu sang ibu mencari tempat yang agak lega, duduk, dan mengambil beras (dan kotoran tentu) mengayaknya sehingga jumlah kotoran jauh berkurang.
Menurut ibu, setelah diwawancarai, beras tersebut sebagian akan dijual, sebagian yang lain akan dimakan bersama keluarganya.
Butir demi butir diperlakukan bagai mutiara yang amat berharga oleh sang ibu.
Bagaimana dengan kita?
Apakah kita sudah menghargai makanan?
Apakah dengan menyisakan makanan setelah selesai makan berarti menghargai?
Apakah menyimpan makanan hingga busuk lalu membuangnya juga berarti menghargai?
Ingatlah teman, butir demi butir yang kau buang sangat berarti bagi orang lain.
Masaklah makanan secukupnya
Ayo hargai makanan bersyukurlah dengan selalu menghabiskan makanan yang dihidangkan.

No comments: